Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, hutang merupakan kewajiban keuangan yang harus dibayarkan kembali oleh pihak yang berhutang (debitur) kepada pihak yang memberikan pinjaman keuangan atau barang (kreditur), dengan kata lain hutang merupakan suatu perjanjian dari pihak peminjam dan pemberi pinjaman.
Diketahui, saat ini telah terdapat dua jenis hutang, yakni hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek. Hutang jangka panjang merupakan suatu perjanjian pinjaman dimana pihak peminjam dapat melakukan pelunasan dalam waktu 12 bulan atau lebih, sedangkan hutang jangka pendek merupakan suatu perjanjian pinjaman dimana pihak peminjam harus melakukan pelunasan maksimal 12 bulan atau kurang.
Sebagai informasi bahwa hutang memang sering dipandang sebelah mata oleh sejumlah pihak, tetapi hutang tidak melulu soal kekurangan, karena penggunaan hutang yang bijak akan dapat membawa dampak positif terhadap kehidupan manusia.
Seperti layaknya sebuah negara yang melakukan hutang kepada sejumlah pihak terkait seperti (negara sekutu, bank dunia, dan asian development bank) guna meningkatkan perekonomian suatu negara dan menyejahterakan masyarakat.
Negara Indonesia sendiri saat ini tercatat telah mempunyai total hutang yang cukup lumayan tinggi, yakni per akhir Juni 2025 hutang negara Indonesia telah mencapai angka Rp 9.138,05 triliun rupiah.
Meskipun tergolong cukup tinggi, tetapi hutang tersebut masih dalam batas wajar, karena masih berada di bawah 60 persen terhadap Poduk Domestik Bruto (PDB), dan ini juga telah tertuang dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.
Meskipun masih dalam kondisi yang wajar, tetapi saat ini terdapat salah satu hutang negara Indonesia yang sedang marak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia, hutang yang dimaksud ialah hutang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh (Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat), PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Hutang proyek kereta cepat tercatat telah membengkak sebesar Rp 116 triliun rupiah, dan hutang tersebut didanai oleh China Development Bank (CDB).
Hutang proyek kereta cepat Whoosh menjadi viral karena saat ini pengelola atau pengurus internalnya sangat kesulitan untuk membayar hutang kepada pihak pengembang pembangunan yakni pihak negara China.
Beberapa waktu lalu, pihak pengelola kereta cepat memohon kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membayar hutang proyek kereta cepat menggunakan APBN kepada negara China.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak ingin ikut campur atau terbebani dengan hutang proyek kereta cepat Whoosh.
Dengan kata lain, Purbaya Yudhi Sadewa tidak memberikan izin atau tidak menyetujui jika APBN digunakan untuk membayar hutang proyek kereta cepat Whoosh.
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, pengelola kereta cepat Whoosh harusnya dapat melakukan pembayaran hutang kepada negara China tanpa menggunakan APBN, pasalnya pendapatan kereta cepat tergolong sangat tinggi, bahkan tiketnya selalu laris dan habis setiap harinya.
Tanggapan Joko Widodo
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5393453/original/012068600_1761554767-1000121254.jpg)
Sejumlah pihak telah menyalahkan Presiden Ke-7 Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, karena beliau membangun kereta cepat Whoosh tanpa melihat dampak negatifnya yakni hutang yang membengkak dan pihak pengelola tidak sanggup membayar.
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo mengatakan, pada saat ini di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Bandung, dan Bogor kemacetan terjadi sangat parah, bahkan kemacetan sudah terjadi hampir di seluruh jalan DKI Jakarta.
Joko Widodo menjelaskan, adanya kemacetan tersebut membuat perekonomian Indonesia menjadi lesu, dan negara mengalami kerugian hingga Rp 65 triliun per tahun khusus di Jakarta saja, sedangkan di daerah Bandung dapat mengalami kerugian hingga Rp 100 triliun per tahun.
Menurut Joko Widodo, langkah yang tepat untuk mengatasi kemacetan di sejumlah daerah DKI Jakarta dan sekitarnya tersebut ialah dengan membangun transportasi umum yang lebih modern dan menggunakan teknologi yang tinggi, seperti MRT (Mass Rapid Transsit), LRT (Light Rell Transit), KRL (Kereta Rel Litrik), dan kereta cepat Whoosh.
Setelah dibangun transportasi umum yang modern dan menggunakan teknologi yang tinggi, terbukti bahwa tingkat kemacetan di DKI Jakarta dan sekitarnya mulai mengalami penurunan yang sangat drastis, bahkan tingkat emisi karbon juga turut berkurang karena masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi umum yang cepat dan efisien dibandingkan dengan kendaraan pribadi.
Jika dilihat dari penggunaan manfaatnya, maka adanya kereta cepat Whoosh sangat berdampak positif terhadap perekonomian negara, karena sejak diluncurkan kereta cepat Whoosh telah berhasil mengangkut 171 juta penumpang.
Joko Widodo mengaku bahwa sekali lagi kita harus berhitung multiplayer effect ekonominya. Contoh, kereta cepat menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi. Kemudian menumbuhkan UMKM warung-warung yang berjualan di titik-titik pertumbuhan ekonomi yang baru itu. Kemudian wisata, di Bandung dengan adanya Woosh menigkat dengan baik, nilai properti juga naik. Saya kira kemanfaatannya seperti itu.
Mark Up Hutang Proyek Kereta Cepat

Mantan Menteri Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud Md mengatakan, terdapat dugaan mark up dalam proyek pembangunan kereta cepat Whoosh di Indonesia, dan dirinya sangat siap memberikan keterangan atau menjadi saksi kepada pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika memang dibutuhkan.
Mahfud Md menjelaskan, dirinya mempunyai sejumlah bukti bahwa memang proyek kereta cepat Whoosh di mark up oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan merugikan negara.
Mahfud Md dengan tegas mengaku bahwa dirinya siap dipanggil kapanpun dan dimanapun oleh pihak KPK untuk memberikan informasi terkait dugaan mark up tersebut.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya sangat terbuka kepada siapapun yang ingin memberikan informasi terkait adanya dugaan tindakpidana korupsi atau gratifikasi di lingkungan pemerintahan dan negara.
Budi Prasetyo juga menghimbau kepada seluruh pihak untuk berani melaporkan jika memang melihat adanya tindakpidana korupsi yang terjadi di lingkungan pemerintahan, dengan melaporkan tersebut secara tidak langsung mereka akan menjadi pahlawan yang menyelamatkan uang negara dari para tikus jahat yang berkeliaran di lingkungan pemerintahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, saat ini pihaknya memang sudah melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan mark up proyek kereta cepat Whoosh.
Asep Guntur Rahayu mengaku bahwa proses penyelidikan akan dilakukan dengan prinsip independen dan transparan yang sangat ketat.
Asep Guntur Rahayu juga menjelaskan bahwa beberapa hari kedepan, pihaknya akan mulai mengumumkan terkait hasil penyelidikan dugaan mark up proyek kereta cepat Whoosh Indonesia.
